Senin, 01 Agustus 2022

Tari Bali

      Menari merupakan sesuatu hal yang menarik. Menari dapat membuat kita lebih aktif bergerak dan sangat menyenangkan. Dan menjadikan sebagi tempat menuangkan kreatifitas kita dalam tarian.

Tarian daerah Bali sangat menarik para wisatawan. Karena tari Bali memiliki taksu yang kuat. Kita harus menjaga budaya Indonesia dan daerah salah satunya dengan menarikan tarian daerah. Tari Bali juga ada yang bersifat sakral dan juga ada yang bersifat sebagai hiburan saja. 

Berikut adalah beberapa contoh Tari Bali yang sakral:

                      Tari Rejang Dewa
Tari Rejang adalah tarian tradisional masyrakat Bali dalam menyambut kedatangan serta menghibur para dewa yang datang dari Khayangan dan turun ke Bumi. Tarian rejang ini secara khusus ditampilkan pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau keagamaan masyarakat Hindu di Bali.

Tari Rejang Dewa ini ditarikan pada urutan pertama sebelum tarian yang lainnya dan ditampilkan sebelum acara sembahyang dimulai. Makna tari rejang secara keseluruhan melambangkan kesejahteraan, kemakmuran, keselamatan, dan kesucian masyarakat Hindu serta sebagai bentuk pujian terhadap Dewa.

                         Tari Gambuh  











Tari Gambuh adalah teater dramatari Bali yang dianggap sebagai sumber segala jenis tari klasik Bali karena paling kaya akan gerak-gerak tari khas Bali. Dengan begitu, tarian ini dinilai banyak kalangan sebagai yang paling tinggi mutunya.

Tari Gambuh diperkirakan muncul sekitar abad ke-15 dengan lakon bersumber pada cerita Panji. Gambuh sendiri totalitas berbentuk teater (teatrikal) karena di dalamnya terdapat jalinan unsur seni suara, drama dan tari, seni rupa, sastra, dan lainnya.

Gambuh dipentaskan dalam upacara-upacara Dewa Yadnya seperti odalan, upacara Manusa Yadnya seperti perkawinan keluarga bangsawan, upacara Pitra Yadnya (ngaben) dan lain sebagainya, diiringi gamelan Penggambuhan yang berlaras pelog Saih Pitu.

Tokoh yang biasa ditampilkan dalam Gambuh adalah Condong, Kakan-kakan, Putri, Arya/Kadean-kadean, Panji (Patih Manis), Prabangsa (Patih Keras), Demang, Temenggung, Turas, Panasar, dan Prabu. 

Dalam memerankan tokoh-tokoh tersebut, penari Gambuh pada umumnya menggunakan dialog bahasa Kawi, kecuali tokoh Turas, Panasar dan Condong yang berbahasa Bali, baik halus, madya, atau kasar.

Hingga kini, Gambuh abadi dan aktif di beberapa desa, seperti Kedisan (Tegallalang, Gianyar), Batuan (Gianyar), Padang Aji dan Budakeling (Karangasem),

Tumbak Bayuh (Badung), Pedungan (Denpasar), Apit Yeh (Tabanan), Anturan dan Naga Sepeha (Buleleng).


                 Tari Shanghyang Dedari



Tarian ini tidak dipertontonkan untuk pertunjukan dan hanya diselnggarakan untuk rangkaian upacara suci.Biasanya, tarian ini hanya dilakukan oleh sepasang gadis cilik yang belum akil balik atau belum mengalami menstruasi. Biasanya sebelum menari ada ritual khusus untuk memohon datangnya sang dedari ke dalam badan kasar mereka.

Tarian ini diiringi suara gending sanghyang oleh kelompok paduan suara wanita dan pria. Setelah kedua gadis tersebut pingsan, tandanya roh dedari telah masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang pun membangunkan dan memasangkan hiasan di kepalanya. Namun dalam keadaan gadis tersebut tidak sadar dan dibawa ke tempat menari.

Dengan iringan gamelan Palegongan, kedua penari menari-nari di atas pundak si pemikul yang berjalan berkeliling pentas. Gerakan tarian yang dilakukan mirip dengan tari Legong.

Selama tarian berlangsung, mata kedua gadis itu tetap ditutup. Selanjutnya gadis tersebut terus menari.

Menari di atas bahu seseorang tanpa terjatuh, tidak mungkin dilakukan oleh gadis-gadis cilik dalam keadaan sadar, apalagi biasanya si gadis belum pernah belajar menari sebelumnya. Sungguh menakjubkan.

Tarian suci ini diadakan dalam upacara memohon keselamatan dari bencana atau wabah penyakit yang menyerang suatu desa. Tarian ini terdapat di daerah Badung, Gianyar, dan Bangli.


                 Tari Topeng Sidakarya 


Tari Topeng Sidakarya merupakan salah satu Tari Bali yang ditarikan untuk pelengkap dari ritual keagamaan sehingga tari disebut sebagai tari wali.Tari Wali adalah jenis-jenis tari yang difungsikan sebagai sarana upacara keagamaan. Oleh umat Hindu tari-tari ini tergolong tari yang paling disakralkan oleh masyarakat pendukungnya yang hanya bisa dipentaskan pada hari-hari dan tempat-tempat suci tertentu terutama di halaman pura yang paling suci yaitu jeruan pura.

Nama Tari Topeng Sidakarya berasal dari dua kata, yaitu topeng dan Sidakarya. Topeng berasal dari kata tup yang artinya tutup. Sidakarya berasal dari kata "sida" yang artinya mencapai, dan "karya" yang artinya tujuan atau pekerjaan. Sidakarya memiliki makna mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Topeng Sidakarya pun menjadi lambang bahwa pekerjaan atau karya yang digelar sudah selesai dengan baik.

Tarian ini ditarikan oleh laki-laki dengan ciri-ciri topeng berwarna putih, mata sipit, gigi tonjos, wajah setengah manusia setengah demanik, rambut panjang sebahu, dan memakai krudung merajah. Penari biasanya membawa bokoran berisi canang sari, dupa, beras kuning, dan sekar ura.


                           Tari Telek

Tari Telek

Tari Telek merupakan kesenian tradisional yang diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1935 sampai sekarang. Tari ini dijadikan sebagai pelengkap upacara keagamaan di pura-pura lingkungan masyarakat Jumpai. Tari Telek ini pun mempunyai hubungan yang sangat erat dengan keberadaan Barong Ket dalam pementasannya.

Topeng Telek adalah tarian sakral (Tari Wali) warisan leluhur yang pantang tidak dipentaskan. Sangat diyakini pementasan tari ini adalah sarana untuk “meminang” keselamatan dunia, khususnya bagi banjar atau desa adat masyarakat pendukungnya.
                        Tari Gandrung 

Tari gandrung atau tari gandrangan yang diiringi gamelan gandrung, merupakan sebuah tari pergaulan yang sangat sakral. Pada jaman dahulu, seluruh penarinya adalah laki-laki. Sejarahnya tidak lepas dari adanya gerubug di wilayah Banjar Ketapian Kelod, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur. Kala itu, suasana banjar tidak nyaman karena masyarakat banyak yang jatuh sakit.

"Dari masalah itu, Jero Mangku Gede Pura Batur pada saat yang dulu itu berinisiatif nunas ica ring ida sesuhunan-sesuhunan yang ada di wewengkonan Bali. Dari pawisik yang beliau terima, beliau nunas paica dari Ida Bhatari sane malinggih di Petitenget, ring Pura Dalem Meguwung lan Pura Dalem Ped," ujar Jero Mangku.

Menurut Jero Mangku, paica atau anugerah yang diberikan berupa kesenian gandrung. Kondisi di banjar pun berangsur-angsur menjadi baik dan nyaman. Hingga sekarang, masyarakat tetap melanjutkan tradisi leluhur yang sudah mulai eksis sekitar tahun 1800 an itu.


Berikut juga ada beberapa contoh Tari Bali yang berfungsi hanya untuk hiburan : 


                        Tari Puspanjali

Tari puspanjali diciptakan oleh N.L.N Swasthi Widjaja Bandem dengan bantuan Bapak I Nyoman Winda atas permintaan dari Ibu Titik Soeharto. Tarian ini diciptakan pada tahun 1989 untuk dijadikan tarian pembuka dalam lomba yang diadakan di Pertamina Cotage, Kutai Bali. Fungsi tarian ini adalah sebagai bentuk penghormatan.

Tari Puspanjali merupakan tari kreasi baru yang berasal dari Pulau Dewata. Tari ini diciptakan oleh seorang seniman kawak  pada waktu itu. Tari Puspanjali ditarikan oleh 5 sampai 7 penari wanita. Kamu bisa memperhatikan setiap gerakan tari ini dilakukan secara lembut dan dinamis

                       
                            Tari Cendrawasih 
Tari Cendrawasih adalah sebuah tari Bali yang ditampilkan oleh dua penari perempuan dan mengilustrasikan ritual-ritual perkawinan burung cendrawasih.

 Tari kreasi baru yang dibuat oleh seorang seniman Bali bernama I Gede Manik ini pertama kali ditampilkan pada awal tahun 1920 an di subdistrik Sawan Kabupaten Buleleng. Sejak saat itu, pengembangan koreografi dan unsur-unsur tarian ini terus terjadi. Hingga kini, tari cendrawasih yang kerap dipentaskan justru adalah hasil arasemen koreografi NLN Swasthi Wijaya Bandem. 


Sesuai namanya tari cendrawasih adalah tarian yang gerakannya terinspirasi dari kehidupan burung, sama seperti tari Manuk Rawa dan tari Belibis yang juga merupakan bagian dari seni tari Bali. Burung cendrawasih sendiri dalam mitologi Hindu Bali dianggap sebagai burungnya para dewa atau disebut Manuk Dewata. 

Tari cendrawasih disajikan oleh 2 orang penari perempuan. Sesuai dengan temanya, salah seorang penari berperan sebagai burung cendrawasih betina, dan seorang lainnya berperan sebagai burung cendrawasih jantan. Kedua penari tersebut tidak naik ke panggung secara bersamaan, melainkan salah satunya –yakni yang berperan sebagai cendrawasih betina akan lebih dahulu menari, baru disusul penari lainnya di pertengahan pertunjukan.

                     Tari Gopala

Tari Gopala merupakan salah satu bentuk tari kreasi baru yang ada di Bali dengan bertemakan kerakyatan atau kebudayaan Lokal.

tari Gopala ini menggambarkan segala aktivitas para penggembala yang biasa dilakukan di ladang pertanian atau sawah yang ada di Bali.

tari Gopala ini biasa dibawakan secara berkelompok diantaranya oleh 4 - 8 orang penari laki-laki. Dimana mereka ini menari untuk dengan menceritakan segala aktivitas sekelompok orang penggembala remaja. Didalam tarian ini ada gerak binatang sapi, menghalau burung, gerakan memotong rumput, membajak sawah, menuai padi dan gerakan gerakan tari lain yang masih berhubungan dengan aktivitas seorang petani.

                           Tari Tenun

Tari tenun merupakan tarian adat dari Bali. Tari tradisional ini menggambarkan perempuan Bali dalam membuat kain tenun (sejenis kain tradisional Bali Timur). Ekspresi riang gembira sangat terlihat pada proses menenun yang digambarkan pada aksi tari. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh tiga orang penari atau lebih. Pada tahun 1962 tarian tenun ini diciptakan oleh I Nyoman Ridet dan I Wayan Likes.

Gerakannya benar-benar memperlihatkan proses-proses dalam menenun, yaitu proses pembuatan kain dari persilangan dua set benang dengan cara memasuk-masukkan benang secara melintang pada benang-benang lain.

                 Tari Kembang Girang 

Tari Kembang Girang merupakan hasil kreasi dari seorang seniman bernama I Ketut Rena. Tarian ini dibawakan oleh para gadis secara berkelompok dengan gerakan yang lincah.

Biasanya tarian ini ditampilkan sebagai tari pertunjukkan bukan untuk upacara keagamaan. Makna dari tarian ini yaitu kembang yang berarti bunga dan girang yang berarti bahagia. Dari arti tersebut itu berarti pancaran kebahagiaan akan membuat seseorang terlihat cantik dan bisa bergerak lincah. Jadi bisa disimpulkan tari kembang girang memiliki makna energi kebahagiaan. 

Gerak Tari Kembang girang ini begitu enerjik bergerak dengan cepat ke sana-sini. Seperti seorang gadis yang sangat lincah dalam hidupnya, selain selalu memainkan kipas dan selendangnya, beberapa kali tampak dengan agem (gaya) menyamping dan memamerkan pantatnya. Beberapa kali para penari tampak bersatu dalam gerak, dan mulai mencar dengan posisi berbaris. Dan tarian ini termasuk tarian balih - balihan ( hiburan saja ).

                  Tari Kebyar Duduk 

Tari Kebyar Duduk merupakan bentuk tari tunggal yang berasal dari Bali. Tari Kebyar Duduk diciptakan oleh I Nyoman Mario pada tahun 1925.

Penciptaan tarian ini terdiri atas empat bagian, yaitu papeson, kebyar, pangandeng, dan pangecet. Tari Kebyar Duduk menggambarkan seorang pemuda yang menari dengan lincah mengikuti irama gamelan.

Tari Kebyar Duduk mempunyai keunikan dalam gerak, iringan, dan busana tarinya. Gerak tari yang dilakukan dengan posisi sulit, yaitu setengah jongkok terlihat unik ketika penari dapat bergerak melangkah atau berpindah tempat dengan cepat. Penari menggerakkan kipas dengan lincah sambil melirik dan tersenyum menawan.

Busana tari menggunakan warna-warni cerah sehingga sangat mendukung gerakan lincah penari. Kain yang membalut badan penari masih disisakan menjuntai ke bawah. Kadang-kadang kain ditarik ke samping kanan sehingga terlihat desain yang sangat menarik.

Keunikan lain dari tarian ini dapat dilihat ketika penari membawakan tarian sambil memainkan instrumen gamelan semacam bonang. Bonang dengan sepuluh buah pencu tersebut dipasang dalam satu deret yang disebut terompong. Oleh karena itu, tari Kebyar Duduk juga dinamakan tari Kebyar Terompong.















hobiku

Tari Bali

      Menari merupakan sesuatu hal yang menarik. Menari dapat membuat kita lebih aktif bergerak dan sangat menyenangkan. Dan menjadikan seba...